BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki luasan lautan terbesar di dunia. Indonesia memiliki jumlah pulau ±17.807 yang dimana memiliki panjang garis pantai mencapai ratusan kilometer. Hal ini yang menyebabkan Indonesia memiliki sumberdaya alam yang melimpah. Kekayaan laut yang sangat beragam pun dapat kita jumpai di Indonesia.

Partisi cair-cair adalah proses pemisahan zat terlarut didalam 2 macam zat pelarut yang tidak saling bercampur atau dengan kata lain perbandingan konsentrasi zat terlarut dalam pelarut organik, dan pelarut air. Hal tersebut memungkinkan karena adanya sifat senyawa yang dapat terlarut dalam air dan adapula senyawa yang dapat larut dalam pelarut organik.

Partisi padat-cair adalah proses pemisahan zat yang dapat melarut (solut) dari suatu campurannya dengan padatan yang tidak dapat larut (innert) dengan menggunakan pelarut air.

Untuk itu kami melakukan sebuah kegiatan praktikum untuk mengelola dan memanfaatkan sebuah sumberdaya alam yang ada sehingga dapat digunakan dalam waktu jangka panjang. Praktikum yang dilakukan ialah melakukan partisi ekstrak tanaman johar (Cassia siamea) dengan metode partisi cair-cair. Fraksi yang dihasilkan dari partisi akan digunakan pada pengujian selanjutnya.

  1. Rumusan Masalah

Metode apa yang digunakan dalam partisi ekstrak tanaman daun johar (Cassia folium) yang berasal dari Desa belabori, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.

  1. Maksud dan Tujuan
  2. Maksud

    Adapun maksud dari percobaan ini adalah untuk menentukan metode partisi dan melakukan partisi ekstraj daun johar (Cassia folium) yang berasal dari Desa belabori, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.

  3. Tujuan

    Tujuan dari praktikum kali ini adalah untuk memperoleh Fraksi air, n-heksan, dan n-butanol daun kayu johar (Cassia folium).

  4. Kerangka Pikir


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. Uraian Tanaman
  2. Klasifikasi Tanaman (Heyne, 1987)

    Kingdom    : Plantae (Tumbuhan)

    Subkingdom     : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

    Super Divisi     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

    Divisi    : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

    Kelas    : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

    Sub Kelas    : Rosidae

    Ordo    : Fabales

    Famili    : Fabaceae (suku polong-polongan)

    Genus    : Cassia

    Spesies    : Cassia siamea

  3. Nama Daerah

    Kayu Jawa (Gowa)

    Johar (flores)

  4. Morfologi

    Cassia siamea merupakan pohon berukuran sedang dengan cabang yang kuat dan halus. Daunnya terdiri dari 7-10 pasang anak daun, petiole (tangkai daun) mempunyai panjang 2-3 cm, dan tulang daunnya sepanjang 10-25 cm.Kelopaknya berwarna kuning dan panjangnya 1,5-2 cm . Buahnya seperti kacang polong sebanyak 20-30 buah dengan ukuran 1-1,5 cm. Bunga Johar memiliki panjang 15-60 cm dengan 10-60 kuntum bunga. Setiap bunga memiliki benang sari 10. Biji berwarna coklat terang mengkilap, bundar telur pipih dengan ukuran 6,5-8 mm x 6 mm. (Steenis, 1981)

  5. Ekologi

    Johar dapat tumbuh baik pada pelbagai kondisi tempat; akan tetapi paling cocok pada dataran rendah tropika dengan iklim muson, dengan curah hujan antara 500 – 2800 mm (optimum sekitar 1000 mm) pertahun, dan temperatur yang berkisar antara 20 – 31 °C. Johar menyukai tanah-tanah yang dalam, sarang, dan subur, dengan pH antara 5,5 – 7,5. Tanaman ini tidak tahan dingin dan pembekuan, tidak bagus tumbuhnya di atas elevasi 1300 m dpl. (Heyne, 1987)

  6. Kandungan Kimia

    Daun Johar menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, kuinon, dan steroid/triterpenoid. (Amri, 1995)

  7. Aktivitas Biologi / Khasiat

    Daun Johar (Cassia siamea) banyak digunakan dalam pengobatan tradisional antara lain sebagai obat malaria, gatal, kudis, kencing manis, demam, luka dan dimanfaatkan sebagai tonik karena memiliki kandungan flavonoid dan karotenoid yang cukup tinggi (Heyne 1987).

 

  1. Partisi Ekstrak
  2. Definisi (Tobo, 2001)

    Partisi Ekstrak adalah suatu usaha yang dilakukan untuk memisahkan komponen kimia dari ekstrak menggunakan pelarut yang berbeda kepolarannya.

  3. Metode Partisi
    1. Partisi Cair-cair

      Partisi cair-cair biasa juga disebut sebagai metode corong pisah. Jika suatu cairan ditambahkan ke dalam ekstrak yang telah dilarutkan dalam cairan lain yang tidak dapat bercampur dengan yang pertama, akan terbentuk dua lapisan. Satu komponen dari campuran akan memiliki kelarutan dalam kedua lapisan tersebut (biasanya disebut fase) dan setelah beberapa waktu dicapai kesetimbangan konsentrasi dalam kedua lapisan. Waktu yang diperlukan untuk tercapainya kesetimbangan biasanya dipersingkat oleh pencampuran keduanya dalam corong pisah (Tobo : 2001).

    2. Partisi Padat-cair

      Merupakan pemisahan satu komponen dari padatan dengan melarutkannya dalam pelarut, tetapi komponen lainnya tidak dapat dilarutkan dalam pelarut tersebut. Proses ini biasanya dilakukan dalam fase padatan, sehingga disebut juga ekstraksi padat-cair. Dalam ekstraksi padat-cair, larutan yang mengandung komponen yang diinginkan harus bersifat tak campur dengan cairan lainnya. Proses ini banyak digunakan dalam pemisahan minyak dari bahan yang mengandung minyak. (Ibrahim, 2009)

  4. Tingkat Kepolaran Pelarut

Pelarut

Konstanta Dielektrik

Pentana

1,8

Hexana

1,9

Sikloheksana

1,0

Benzen

2,3

Toluena

2,4

Dietil Eter

4,3

Dimetil Sulfoksida

4,7

Kloroform

4,8

Etil asetat

6,0

Asam Asetat

6,2

Dklorometana

9,1

Piridin

12,3

Aseton

20,7

Metanol

32,6

Asetanitlir

37,5

Air

78,5

(Gibbons, 2006)

BAB III

PROSEDUR KERJA

III.1. Alat

Alat yang digunakan yaitu Sendok Tanduk, Corong Pisah, Gelas kimia, cawan porselin vial dan water bath.

III.2. Bahan

Bahan yang digunakan yaitu Air, N-Heksan, N-Butanol dan alumunim foil.

III.3.
Cara Kerja

  1. Ditimbang ekstrak 5 gram.
  2. Dilarutkan dalam 30 ml air
  3. Ditambahkan 50 ml N-Heksan lalu dipisahkan menggunakan corong pisah, Ulangi selama 3 kali.
  4. Ditambahkan 50 ml N-butanol lalu dipisahkan menggunakan corong pisah, dan diulangi 3 kali
  5. Masing-masing fraksi yang diperoleh duapkan dan dimasukan dalam vial.

BAB IV

HASIL PRAKTIKUM

  • Tabel Pengamatan

No.

Pengamatan

Sampel

1

Metode Partisi

Cair-cair

2

Bobot Fraksi Air

0,6 Gram

3

Bobot Fraksi N-Heksan

3,1 Gram

4

% Kadar Fraksi N-Heksan

62%

5

Bobot Fraksi N-Butanol

1,3 gram

6

% Kadar Fraksi N-Butanol

26%

 

% Kadar Fraksi N-Heksan     =

    = 62%

% Kadar Fraksi N-Butanol    =

    = 26%

 

BAB V

PEMBAHASAN

Partisi sangat berguna untuk memisahkan zat yang terkandung dalam sampel dengan cara partisi dengan sampel menggunakan pelarut yang tidak saling bercampur. Salah satu fasenya berupa air dan fase lainnya adalah pelarut organik.

Tujuan dari dilakukannya partisi adalah untuk memisahkan komponen kimia dari ekstrak bedasarkan tingkat kepolarannya yang selanjutnya akan digunakan dalam Kromatografi.

Digunakan partisi cair-cair dilihat dari kelarutan ekstrak dengan pelarut air, dan tenyata ekstrak daun Johar (Cassia siamea) larut pada air.

Dalam percobaan ini digunakan pelarut air untuk menarik senyawa yang larut air (sifatnya polar) dalam sampel, sedangkan pelarut H-Heksan dan N-Butanol digunakan untuk menarik senyawa yang bersifat nonpolar (larut lemak) dalam sampel.

Kelarutan senyawa tidak bermuatan dalam satu fase pada suhu tertentu bergantung pada kemiripan kepolaran dengan fase cair. Menggunakan prinsip “like dissolves like”. Molekul bermuatan memiliki afinitas tinggi terhadap cairan dengan sejumlah besar ion bermuatan berlawanan dan juga dalam kasus ini “menarik yang berlawanan”. Ratio konsentrasi senyawa dalam kedua fase disebut koefisien partisi (K). Senyawa yang berbeda akan mempunyai koefisien partisi yang berbeda, sehingga jika satu senyawa sangat polar, koefisien partisi relatifnya ke fase polar lebih tinggi dari pada senyawa non polar

Pada praktikum pertama ditimbang ekstrak 5 gram kemudian dilarutkan dalam 30 ml air dan ditambahkan 50 ml N-Heksan lalu dipisahkan menggunakan corong pisah, Ulangi selama 3 kali. Setelah itu ditambahkan 50 ml N-butanol lalu dipisahkan menggunakan corong pisah, dan diulangi 3 kali. Lalu Masing-masing fraksi yang diperoleh duapkan dan dimasukan dalam vial

Dari praktikum yang dilakukan diperoleh bahwa berat ekstrak pada pelarut air adalah 0,6 gram, berat ekstrak pada pelarut N-Heksan adalah 3,1 gram, dan berat ekstrak pada pelarut N-Butanol adalah 1,3 gram.

BAB VI

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Dari Praktikum yang dilakukan diperoleh berat ekstrak pada pelarut air adalah 0,6 gram, berat ekstrak pada pelarut N-Heksan adalah 3,1 gram, dan berat ekstrak pada pelarut N-Butanol adalah 1,3 gram.

  1. Saran

Sebaiknya dalam praktikum semua anggota kelompok ikut bekerja, dan bagi yang tidur batalkan saja praktikumnya.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Amri Syaiful , 1995, Isolasi dan Penentuan Struktur Kandungan Kimia Ekstrak Etanol Kulit Batang Johar (Cassia Siamea Lamk.) ITB

 

Gibbons, S., 2006, An Intoduction to Planar Chromatography, Humana Press, Totowa New Jersey.

 

Heyne, K., (1987), Tumbuhan Berguna Indonesia, Jilid 3, Departemen Kehutanan, Jakarta.

 

Ibrahim. 2009. Ekstraksi. Bandung: Sekolah Farmasi ITB

 

Steenis Van, C.G.G.J. 1978. Flora. P.T. Pradnya. Paramita Jakarta. 

 

Tobo, Fachruddin, (2001), Buku Pegangan Laboratorium Fitokimia, Laboratorium  Fitokimia Jurusan Farmasi Unhas, Makassar